03 Januari 2018 21:23

Evaluasi Pengadaan
Barang/Jasa

Oleh

Ir. Ikak G. Patriastomo, MSP

Deputi Hukum dan
Penyelesaian Sanggah, LKPP

 

Kondisi PBJP

      
Gagal
lelang

      
Kualitas
hasil kurang baik

      
Hasil
pengadaan tidak sesuai kebutuhan/tidak dimanfaatkan

      
Kemahalan
(harga > nilai/kegunaan)

      
Keterlambatan/tidak
selesai/putus kontrak

      
Kasus
hukum

 

Realisasi
e-Procurement

Kabupaten/Kota

Status 30 Sept 2013 (Nilai
Dalam Miliar Rupiah)

 



HAMBATAN DAN KENDALA
PELAKSANAAN PBJ DAN PERAN LKPP

      
Perencanaan
pengadaan tidak matang:

-         
Identifikasi
kebutuhan masih lemah

-         
pemahaman
terhadap pasar masih lemah (penyedia, harga, struktur pasar)

-         
Kemampuan
menyusun dokumen pengadaan masih lemah (KAK, spesifikasi, HPS, dokumen
kontrak).

      
Proses
Pemilihan/Lelang :

-         
Persaingan
tidak sehat

      
Pelaksanaan
Kegiatan :

-         
Pelaksana/penyedia
kurang profesional

-         
Kontrak
lemah (dokumen dan manajemen kontrak lemah)

-       Pengawasan lemah.


ARAH PENGEMBANGAN

      
Pengadaan
tersebar
àTerpusat
di ULP

      
Pengadaan
Manual
à
Pengadaan Secara Elektronik (e-procurement)

      
E-katalog & e-purchasing semakin banyak

      
Sistem
pengadaan secara elektronik lebih cepat, mudah, murah, handal, dan aman.











      
Pengendalian,
monev dan reporting diperkuat


PERAN LKPP


  1. Perumusan Kebijakan dan peraturan
    perundang-undangan

  2. Pengembangan sistem pengadaan





Pendekatan
regulasi       
                    ==>                             Pendekatan Sistem





Tujuan pengadaan




Prinsip pengadaan

      
  Efisien

      
  Efektif

      
  Transparan

      
  Terbuka

      
  Bersaing

      
  Adil/tidak diskriminatif















      
  Akuntabel



Hasil pengadaan
yang akuntabel






Supply Positioning




Supply Analysis





Supply Strategy